اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah, Engkau adalah Penciptaku dan yang mengurusiku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku memiliki perjanjian dengan-Mu dan aku melaksanakannya semaksimal yang aku mampui. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan amalanku. Aku mengakui seluruh nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Aku pun juga mengakui seluruh dosa yang telah ku perbuat dalam bermaksiat kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau saja.”
HR. Al-Bukhari no. 6303 dari sahabat Syaddaad bin Aus radhiyallaahu ‘anhu.
Ditulis oleh
Hendra Wijaya
Artikel Sebelumnya
Merenungi Nikmat Yang Allah
Artikel Selanjutnya
Doa Berlindung Dari Kekufuran Kefasikan Dan Kemunafikan