Lewati ke konten
Kembali ke Blog

Guru Penggerak Numerasi dan Literasi: Program Kemendikbud

· · 2 menit baca

Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang menjadi fondasi pembelajaran seluruh mata pelajaran. Program Kemendikbud untuk meningkatkan kemampuan ini menjadi fokus utama Guru Penggerak dalam mendukung kualitas pendidikan Indonesia.

Konsep Literasi dalam Pendidikan Modern

Literasi membaca melampaui kemampuan membaca teks menjadi kemampuan menginterpretasi, menganalisis, dan mengaplikasikan informasi dari berbagai sumber. Literasi juga mencakup kemampuan berkomunikasi efektif dalam berbagai konteks.

Literasi mencakup literasi informasi, media, dan digital yang semakin penting di era teknologi. Siswa perlu mampu menavigasi informasi yang melimpah dan mengidentifikasi sumber yang kredibel.

Konsep Numerasi dan Penerapannya

Numerasi adalah kemampuan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah kontekstual dalam kehidupan nyata. Ini melampaui sekadar menghitung menjadi kemampuan berpikir logis, analitis, dan mengambil keputusan berbasis data.

Penerapan numerasi meliputi kemampuan membaca grafik, memahami statistik, mengelola keuangan pribadi, dan mengevaluasi argumentasi yang menggunakan angka. Kemampuan ini menjadi bekal siswa menghadapi tantangan kompleks.

Strategi Pembelajaran Literasi dan Numerasi

Pembelajaran literasi berbasis teks autentik seperti artikel berita, literatur, atau dokumentasi ilmiah membuat siswa terbiasa dengan berbagai genre. Strategi close reading dan diskusi mendalam mengembangkan pemahaman kritis.

Untuk numerasi, pendekatan problem-based learning dengan masalah kontekstual membuat matematika relevan. Proyek yang melibatkan pengumpulan data, analisis, dan presentasi hasil mengintegrasikan literasi dan numerasi secara alami.

Asesmen dan Pemantauan Kemajuan

Asesmen Kompetensi Minimum menjadi instrumen standar untuk memetakan capaian literasi dan numerasi siswa. Hasil AN digunakan untuk identifikasi siswa yang memerlukan intervensi dan perencanaan program perbaikan.

Penilaian formatif harian memberikan informasi untuk penyesuaian pembelajaran. Guru perlu menggunakan berbagai instrumen diagnostik untuk memahami profil kemampuan setiap siswa secara mendalam.

Ditulis oleh

Hendra Wijaya

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan ditampilkan.